
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun drastis dan melorot di bawah angka 6.000 saat sesi perdagangan hari Senin tanggal 24 Maret. Menurut informasi dari RTI, pada pukul 10:20 Waktu Indonesia Bagian Barat, IHSG jatuh dengan cepat mencapai posisi 5.991,91.
Salah satu poin utama yang akan dijalankan hari ini adalah penetapan kepengurusan baru untuk Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Di samping itu, beberapa badan usaha milik negara (BUMN) lainnya telah mentransfer saham seri B kepada PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dalam rangka mendirikan holding operasi BPI Danantara.
Maximilianus Nico Demus dari Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan bahwa keadaan pasar sekarang masih kurang stabil.
Menurutnya masih terlalu awal untuk menyambung kelemahan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan rancangan pengungkapan susunan pengawas Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anangga Nusantara (Danantara).
"Saat ini keadaannya memang belum sepenuhnya baik. Kami juga mendekati musim libur, sehingga transaksinya menurun," ungkap Nico terhadap , Senin (24/3).
Menurut dia, jelasnya mengenai struktur pengelolaan Danantara hanya akan berdampak pada pasar setelah disampaikan secara resmi. Sampai sekarang, para pemain di pasaran tetap dilanda ketidaknyamanan serupa dengan minggu-minggu sebelumnya.
"Kami perlu melihat terlebih dahulu siapa saja pihak yang berada di belakangi struktur tersebut. Jika informasinya belum dirilis, kami tidak dapat mengevaluasi efeknya," katanya.
Di luar elemen-elemen domestik, Nico mengatakan bahwa tekanan atas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga datang dari keadaan global, khususnya dinamika ekonomi di Amerika Serikat yang tetap menjadi fokus para pemodal.
"Keadaan global saat ini tetap condong ke arah Amerika Serikat," ujarnya.
Pada saat yang sama, Ekonom Global Markets dari Bank Maybank, Myrdal Gunarto menyebutkan bahwa penurunan IHSG sebesar 4,5% disebabkan oleh adanya perdebatan antara pendukung dan oposisi terhadap Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Ananta Nusantara (Danantara), hal ini mempengaruhi sentimen pasar para investor.

Di samping itu, sentimen tambahan yang menyebabkan IHSG merosot tajam adalah dampak dari masa liburan panjang sebelum Lebaran 2025 dan adanya cuti bersama untuk perayaan tersebut.
"Termasuk juga Danantara; meskipun ada berbagai pendapat baik pro maupun kontra, menurut pandangan saya, jika kita melihat dalam negeri sendiri, jelas bahwa para pemain pasar ingin mengamankan posisi mereka sebelum liburan panjang. Mereka khawatir dengan ketidakstabilan global yang tetap tinggi pada bulan April," ujar Gunarto saat diwawancarai, Senin (24/3).
Menurut kabar, sekarang ini para investor lebih condong untuk berhati-hati dengan memperhitungkan situasi sosial-politik diRI serta keadaan ekonomi menjelang Lebaran tahun 2025.
Sampai dengan sesi perdagangan pada pukul 11:09 WIB, indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan yang tipis atau berada di posisi pengurangan 2,66% dibandingkan beberapa saat sebelumnya yang sempat jatuh cukup dalam hingga 4,5%.
Akan tetapi, pasar terus berhati-hati menanggapi perubahan baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.